renungan tentang cinta dan ketidakcintaan, kebenaran dan ketidakbenaran,keadilan dan ketidakadilan,berperasaan dan ketidakberperasaan,kemanusiaan dan ketidakmanusiaan

Kembali Nih…..Saya…..


Lama meninggalkan blog ini, tanpa sempat mengutak-atik lagi.Tapi ternyata, rasa kangen kepada blog ini kian membuncah. Mulai kini, kuniatkan…..saya kembali ke blog ini.Trims…Tolong, siapa saja yang mengetahui…..hubungkan saya dengan….Pak Joko Pinurbo. Buat Pak Joko…….aku di sini…………………..

Kita Bisa!


ya, kita bisa bilang
bangsa kita besar
negara kita besar
kekayaan besar
punya banyak orang besar
bahkan
bendera kita terbesar
tetapi
benarkah hati kita cukup besar
untuk memahami
betapa besar
masalah
sesuap nasi?

di balik gembok


di balik gembok
segumpal kepala tanpa isi
di balik gembok
seonggok wajah frustasi
di balik gembok
wajah primitif negeri ini
di balik gembok
tiada nyali pejabat negeri
sebab nyali itu hanya
pantas buat becak
bajaj
dan kaki lima
ih..geli

Curhat Sang Beku


hari ini hatiku beku
beku sekali
melihat wajah-wajah
yang sebelumnya beku melihat
nestapa orang lain
kini pias
ada ketakutan
ada kebingungan
dan segala gelap
anehnya
mulutnya yang pongah
masih juga bicara
bubarkan KPK
aku tersenyum
betapa indah
menyaksikan ketakutan itu
mungkin begitu pula rasa
mereka
kala melihat rakyat
ketakutan
menatap kemiskinan
dan senyum itu sekarang
milikku !

Sekali Tikus tetap Tikus


tikus pakai dasi namanya
tikus
tikus naik mobil namanya
tikus
tikus nginap di hotel namanya
tikus
tikus jadi pejabat namanya
pejabat tikus!
(lha memang tikus mau bagaimana lagi?)

Tanya Anakku


pagi tadi anakku bertanya
itu gedung apa , bapak
gedung dewan anakku
isinya apa bapak
orang-orang pinter, anakku
buktinya apa, bapak
mereka bisa membeli karpet milyaran, anakku
hanya untuk diinjak-injak, bapak
betul, anakku
itu bukan pinter, dong, bapak
pinter bagi mereka, anakku
anakku terdiam
wajahnya beku
kerling matanya
membuat hatiku teriris
(sayup kudengar ia bergumam)
ternyata bapak juga bodoh!

bila aku berkuasa atas kamu


bila aku berkuasa atas kamu
selaut anggur kusediakan untukmu
segunung cinta kupindahkan
selangit bunga kuberikan
sebungkah matahari
itu untukmu
sebab yang kutahu
itulah sebenar-benarnya
bila aku berkuasa atas kamu

catatan kosong


di halaman ini kutulis
cerita cinta yang tak pernah kau jalani
kesetiaan-kesetiaan yang kau ingkari
kebenaran-kebenaran yang tak kau ingini
dan ketakjuban yang sengaja kau beri
di halaman ini
kucantumkan juga
mimpi-mimpi tak bernotasi
tentang sebuah padang
ilalang gersang dan oase tak bertepi

Dan Petir Tak Pernah Belajar Pada Hujan


petir masih saja garang
angkuh
sombong
melabrak semua dengan
mata terpejam

petir masih saja
menggelegar
segala omong kosong
segala kongkalingkong
dan segala bohong

dan petir masih saja
mabuk kedunguan
mabuk pujian
mabuk kekuasaan

dan petir tak pernah mau
belajar pada hujan
walau kini hujan
tak lagi sejalan
sebab hujan
kini
membuka segala
kehinaan!

buat MEREKA yang doyan bertikai

Berhala Tua:—-BM


berhala itu makin tua saja
rambutnya yang dulu putih
kini makin putih
tapi suaranya
tak makin lirih
bahkan keras kepalanya
kian membatu
hanya wajahnya
yang masih tetap wajah
berhala segala berhala
dan untuknya
berhala
tetap berhala